Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bupati Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Banjir

Senin, 05 April 2021 Bencana

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung, H M Al Khadziq meminta kepada warga Temanggung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya  bencana banjir yang bisa terjadi kapanpun, mengingat saat ini musim hujan masih berlangsung dengan intensitas yang cukup deras.

“Saya meminta kepada warga masyarakat Kabupaten Temanggung untuk selalu waspada dengan terjadinya banjir, khususnya di daerah-daerah rawan banjir dan dekat dengan aliran sungai, intensitas hujan masih sangat tinggi, jadi agar selalu waspada,”  kata Bupati saat ditemui diacara Ngopi Sore Bareng, di Pendopo Jenar, Komplek Kantor Bupati Temanggung, Jumat Sore (2/4/2021).

Bupati mengajak masyarakat untuk membersihkan saluran-saluran air, agar jika hujan turun tidak terjadi banjir, Bupati juga akan memerintahkan kepada aparat desa dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar turun ke lapangan mengecek pintu-pintu air dan saluran air.

“Adanya beberapa kejadian banjir  semakin menguatkan Pemkab Temanggung untuk melakukan konservasi, khususnya di daerah sabuk gunung, namun konservasi hasilnya baru bisa dirasakan beberapa tahun kedepan, jadi untuk jangka pendek kita perlu meningkatkan kewaspadaan bersama untuk menghindari bencana banjir,” tambah Bupati.

Terkait dengan banjir yang terjadi di Desa Dangkel, Kecamatan Parakan, Bupati menyampaikan bahwa dirinya sudah meninjau ke lokasi, penyebabnya adanya persimpangan Sungai Gajah dan saluran irigasi yang meluap dan masuk ke dalam Kampung Dangkel.

"Banjir tersebut menggangu orang yang punya hajatan, dan juga merusak jalan kampung, saya bersama BPBD dan DPUPR telah melakukan peninjauan, beberapa kerusakan juga telah ditangani, saya juga telah memerintahkan DPUPR untuk memperbaiki jalan kampung yang rusak,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Bupati, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Provinsi Jawa Tengah, karena saluran irigasi tersebut dibawah kewenangan provinsi.

"Dulu saluran air tersebut ada pintu airnya , namun sekarang  tidak, sehingga air bisa los, mungkin untuk menanggulanginya bisa dibuatkan pintu air lagi,” pungkas Bupati. (B/kominfo21)

Berita Terkait