Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Audiensi dengan PT Djarum, Bupati Temanggung Inginkan Harga Tembakau Tinggi

Jumat, 16 Juli 2021 Pemerintahan

Temanggung - Bupati Temanggung HM Al Khadziq melakukan audiensi dengan pihak Kantor Pusat PT Djarum, dengan harapan dari pertemuan ini nanti dimasa panen raya pihak pabrikan bisa menyerap tembakau petani Temanggung sampai habis dengan harga tinggi. Kendati saat ini masih masa pandemi Covid-19, namun diharapkan tidak mempengaruhi jual beli. 

Hadir dalam pertemuan yang digelar di Aula Progo Bappeda Temanggung, antara lain, Bupati HM Al Khadziq dan Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo. Dari PT Djarum adalah Direktur Pembelian Sutanto, kemudian Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nasional Agus Parmudji, dan perwakilan petani dari Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau. 

"Tujuan dari audiensi ini, agar tembakau asli Temanggung dibeli dengan harga tinggi sampai habis jangan disisakan. Saya juga meminta agar sistem jual beli dirubah, dari sistem titip jual menjadi sistem jual beli kontan, agar tidak menyulitkan petani. Lalu menghilangkan sistem revisi harga dan revisi jumlah yang selama ini sangat menyulitkan dan merugikan petani," ujar Bupati, Selasa (13/7/2021) di Temanggung.

Selain itu, Bupati juga dengan tegas meminta kepada PT Djarum agar sistem kemitraan dengan petani harus memberikan kepastian harga jual yang menguntungkan petani. Jangan seperti selama ini, pelaku kemitraan justru merasa dirugikan karena dibeli dengan harga rendah. 

"Saya minta juga agar PT Djarum menerapkan timbangan secara konsekuen tidak melakukan pemotongan timbangan yang merugikan petani," tegasnya. 

Direktur Pembelian PT Djarum Sutanto mengatakan, pihaknya siap melakukan pembelian tembakau Temanggung asli dengan dengan kuota minimal 4.000 ton. Meski masa pandemi Covid-19, namun PT Djarum berjanji akan membeli seperti biasa sampai tembakau Temanggung yang asli habis, namun dalam prosesnya akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, agar aman.

"Djarum akan tetap membeli tembakau Temanggung yang asli sampai habis, namun dengan menerapkan protokol keehatan secara ketat, tetapi berusaha tidak menghambat penyerapan agar tidak mempengaruhi harga," katanya. 

Sutanto juga berjanji akan menindak tegas grader atau opkoper nakal yang melakukan revisi harga dan revisi jumlah yang merugikan petani. Harusnya semua tembakau yang sudah dibeli opkoper kalau sampai ditolak masuk pabrik menjadi tanggungjawab opkoper atau grader, sehingga beban jangan sampai dilimpahkan kepada petani. 

Berita Terkait