Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bupati Pantau Pelaksanaan Tes Calon PPPK

Kamis, 16 September 2021 Pemerintahan

Temanggung - Guna mengetahui jalannya pelaksanaan tes CAT bagi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru, Bupati HM Al Khadziq didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinkdikpora) Agus Sujarwo meninjau pelaksanaan tes tersebut di SMA Negeri 1 Temanggung, Selasa (14/9/2021). 

Hasil tinjauan dan evaluasi, Bupati banyak mendapatkan keluhan dari peserta, lantaran soal dirasa terlalu sulit dan passing grade yang ditentukan panitia terlalu tinggi. Akibatnya, banyak peserta dihari pertama diketahui tidak lulus tes. Padahal sebagian peserta adalah guru-guru yang selama ini telah mengabdikan dirinya untuk mendidik para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.

"Pelaksanaan tes CAT dihari kedua berjalan lancar setiap hari lebih dari 540 orang melaksanakan tes, yang berarti sudah lebih dari 1.000 orang mengikutinya. Hanya saja ada keluhan dari peserta, karena passing grade terlalu tinggi dan soalnya dirasa sulit, bahkan dihari pertama sangat sedikit peserta yang lolos," ujar Bupati. 

Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung sedang mengumpulkan data-data dan mengevaluasinya. Kabupaten Temanggung membutuhkan kurang lebih 2.500 guru dan dalam PPPK ini harapannya bisa dipenuhi 2.000 orang guru. Jika yang lolos tidak sampai 80 persen, maka Pemkab Temanggung akan mengalami kesulitan untuk mencukupi jumlah guru-guru tersebut.

"Kalau memang passing grade terlalu tinggi dan dirasakan sulit oleh para peserta, sehingga peluangnya kecil, maka kemungkinan kita akan minta kepada kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan juga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara untuk kiranya nanti bisa menurunkan passing gradenya. Agar pelaksanaan tes ini berhasil betul-betul dapat merekrut guru-guru sesuai dengan jumlah yang kita butuhkan," terangnya. 

Kendati demikian, Bupati menyebut banyak variabel yang digunakan untuk melakukan seleksi PPPK formasi guru. Contohnya usia 35+ ada point tersendiri, kemudian bagi yang telah memiliki sertifikat tenaga pendidik dan lain sebagainya. Poin tersebut membedakan hasil akhir, terutama jika dibandingkan dengan mereka yang masih fresh graduate. 

"Jadi passing gradenya ada berbagai jenis, ada yang teknis, ada passing grade diwawancara dan ada passing grade di sosiokultural. Masing-masing passing grade ini memang berbeda untuk setiap formasi, formasi guru agama berbeda dengan formasi guru kelas, berbeda dengan formasi guru olah raga dan lain sebagainya. Jadi memang  ada banyak variabel dari passing grade ini," kata Bupati. 

Lebih jauh Bupati menjelaskan, rata-rata peserta baik dari guru olah raga, guru agama, guru kelas yang ikut tes kemarin mereka merasakan tesnya terlalu berat passing grade terlalu tinggi. 

"Sampai-sampai kemarin ada dalam satu ruangan yang lolos passing grade hanya satu orang dan ada ruangan lain satu ruangan yang lolos passing grade hanya 3 orang. Meskipun dalam mekanisme tes ini nanti ada tes kedua dan tes tahap ketiga, tapi seyogyanya sejak awal passing grade dan juga materi tes disesuaikan dengan peserta yang kebanyakan adalah guru-guru yang sudah lama berwiyata bhakti. Tentu beda dengan calon-calon pegawai yang masih fresh graduate, rata-rata umurnya juga sudah berumur banyak juga yang diatas 35 tahun," imbuhnya. 

Pemkab Temanggung sangat menghargai para guru yang sudah berwiyata bhakti selama puluhan tahun. Sudah seyogyanya negara memberikan penghargaan kepada mereka dan memberikan kemudahan dalam tes PPPK ini, agar mereka bisa diangkat. 

"Oleh karena itu, masalah passing grade dan materi tes yang kami harapkan nanti jangan menjadi halangan bagi para guru yang sudah berwiyata bhakti berlama-lama ini bisa untuk diangkat. Selain itu, juga untuk memenunuhi kebutuhan Pemerintah Kabupaten Temanggung," tegasnya. (TMG/ar;ekp)

Berita Terkait