Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

 

Kopi

kopi1INDUSTRI KOPI BUBUK


     Komoditas Kopi di Kabupaten Temanggung merupakan salah satu produk unggulan. Produksi kopi Temanggung termasuk terbesar di Jawa Tengah yaitu 40% produksi kopi Jawa Tengah bersal dari Temanggung. Karena itu, kopi menjadi andalan bagi para petani selain tanaman tembakau. Bahkan, harga kopi cenderung stabil jika dibandingkan dengan harga tembakau yang selalu mengalami fluktuasi.
     Kopi pada umumnya dijual dalam bentuk biji untuk dieksport ke luar negeri. Sementara sebagian kecil biji kopi diolah menjadi kopi bubuk yang disajikan menjadi minuman. Pengolahan kopi bubuk mempunyai prospek yang cukup baik. Hal ini dipengarui oleh beberapa potensi yang ada diantaranya luas lahan dan produksi kopi rakyat menjamin kontinyuitas pasokan bahan industri (kedekatan dengan sumber bahan baku). Selain itu, posisi geografi Temanggung yang di tengah Provinsi Jawa Tengah, memberikan keuntungan dalam pemasaran keluar kota (Semarang, Yogya, Solo, Purwokerto, Magelang dll) dengan waktu tempuh kurang dari 3 jam. Dan faktor lainnya adalah upah tenaga kerja relatip lebih rendah dibanding kabupaten tetangga (UMR ubuKab Tmg 2008 Rp 545.000 /bln).
    kopi2 Selain potensi yang ada, pengolahan kopi bubuk memiliki prospek kedepan cukup baik diantaranya konsumsi kopi masyarakat cenderung meningkat, kondisi ini terlihat pada beberapa tempat penjualan minuman kopi yang tidak pernah sepi pengunjung (Kopi eva, Banaran Coffe, Trading House Kopi dll). Kemudian harga kopi bubuk cenderung stabil, tingkat kenaikan harga setara dengan inflasi, dan kopi menjadi salah satu istilah dalam bussines meeting dan trend sebagai pengantar pertemuan dengan relasi usaha.
     Saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Temanggung tengah menjajagi pengembangan pengolahan kopi bubuk dengan melibatkan investor. Pihak Pemkab sendiri telah menyiapkan tanah milik Pemkab yang berada di Desa Karanggedong Kecamatan Ngadirejo dengan luas 3 Ha. Pengembangan ini bertujuan mensuplay kebutuhan kopi bubuk untuk daerah Semarang, Solo, Yogya, Purwokwerto, Wonosobo dll dengan cita rasa khas kopi rempah. Selain itu untuk menampung kopi kering biji (oce) rakyat yang selama ini banyak dijual ke luar daerah, dan penyerapan tenaga kerja dan penghasil limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak  (kulit kopi).

ANALISA USAHA
Dasar Perhitungan.
•    Bahan baku kopi biji kering (oce) rakyat kelas 2 dan 3, kelas   1 di export.
•    Rendemen bubuk kopi 70 %  (1 kg biji kopi menjadi 7 ons bubuk)
•    Produksi 50 ton/bln atau 600 ton/th bubuk kopi ( 2 line)
•    Kebutuhan bahan baku 72 ton/bln atau 864 ton/th (15% prod biji kopi Tmg).
•    Produksi kombinasi antara bubuk kopi murni (50%) dan bubuk kopi campuran (50% dengan jagung, ketela atau rempah-rempah khusus)
•    Jumlah tenaga kerja 100 orang, dengan jam kerja 25 hari/bln.

Asumsi-asumsi.
•    Harga kopi biji kering Rp 17.000,-/kg
•    Harga kopi bubuk murni Rp 40.000,-/kg, kopi bubuk campuran Rp 30.000,-/kg.
•    Biaya ( pemasaran, pajak, R faktor dll) = 45 % dari keuntungan.
•    Bunga bank 12 % /th flet  
•    Harga Pokok Produksi (HPP) kopi murni Rp 34.000,-/kg, kopi campuran Rp 24.000,-/kg

PERHITUNGANkopi3
Investasi
Investasi Tetap:
1)    Kerjasama pemanfaatan tanah            = Rp    200.000.000,-
2)    Bangunan Pabrik dan emplacement      = Rp 2.500.000.000,-
3)    Mesin-mesin :
       a)    Pengolah biji kopi
              (pengering dan sortasi)                        = Rp    750.000.000,-   
       b)    Pengolahan kopi
              (sangrai, grinder, Mixer dan wrapping)    = Rp    500.000.000,-
       c)    Laborat                                               = Rp    300.000.000,-                  
4)    Alat transportasi                    = Rp    750.000.000,-
5)    Alat-alat kantor                     = Rp      50.000.000,-
             Jumlah                           = Rp 5.050.000.000,-
             Investasi berjalan :          = Rp 2.500.000.000,-      
              TOTAL INVESTASI            = Rp 7.550.000.000,-

Cast Flow
1)    Kopi murni :
       Pendapatan/bln = 25.000 kg x Rp 40.000,-       = Rp 1.000.000.000,-
       HPP/bln            = 25.000 kg x Rp 35.000,-       = Rp    875.000.000,-
                              Selisih / bln                            = Rp    125.000.000,-
                             Keuntungan Brutto/th                = Rp 1.500.000.000,-
                              
2)    Kopi campuran
       Pendapatan/bln  = 25.000kg x Rp 30.000,-    = Rp    750.000.000,-
       HPP/bln             = 25.000kg x Rp 24.000,-    = Rp    600.000.000,-
                              Selisih / bln                     = Rp    150.000.000,-
                              Keuntungan Brutto/th                = Rp 1.800.000.000

3)    Keuntungan bersih / tahun :
       = 55 % x (Rp 1.500.000.000,- + Rp 1.800.000.000,-) – 12 % x Rp 7.550.000.000,-
       = Rp 1.815.000.000,- - Rp 906.000.000,-
       = Rp  909.000.000,-

4)    Pay Back Period
       Rp 7.550.000.000,- : Rp 909.000.000 (th)
       =  8 tahun 3 bulan.

[kembali]